Sekuni kegerahan
pincang melangkah di sudut pendopo
matanya kering
dehidrasi menatap kerling sang pengharap
keberuntungan tak selalu membagi-bagikan nasib
dalam jiwa retak
membagi-bagi kenakalan dalam berbagai akal
beranggapan kebenaran mutlak
di hari yang kering
Sekuni gerah
memburu mimpi
bermain kerusuhan dalam diam
bermain lidah tanpa darah
kata tercabik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar