Sajak DG Kumarsana
Sidowaluyo Lampung : cahaya temaram duka
Kami menghuni rumah ini, bawah langit
yang diberkahi moyang kami menghendaki
sudah terpacak jalan :
nama tergurat di atas tanah
pertiwi sejati
barangkali saja Tuhan tidak sedang berpihak
asap asap menggulung langit menyisakan puing puing
tanah hitam
langit hitam
dalam jiwa terlunta
(burung burung sarat Karma terbang mengitari perkampungan dengan sayapnya patah, menjatuhkan airmata)
Entah karma kami sebelumnya untuk datang menggoda serta merta menimbun luka
Kami menghuni rumah ini, bawah langit
dari ketinggian kampung kampung hilang wajah, luluh lantak
tapi jangan ganggu Pura kami, tempat kami mengembalikan doa yang belum sampai
tempat kami mengadu
tempat kami menyejukan angan
tempat kami bersila
tempat kami bersimpuh
tempat kami berdamai
(jangan ganggu tempat kami bersembah)
Kami menghuni rumah ini, bawah langit
kendati telah berubah
kami masih punya langit
yang masih menyisakan ribuan bahkan jutaan angan
Kami menghuni rumah ini, bawah langit
hanya engkau yang punya
dan engkau pula yang akan memberikan
Kami menghuni rumah ini, bawah langit
engkau yang punya semangat kami
untuk tetap bertahan
Tuhan: beri kami punyaMu
Beribu ribu jiwa tak patah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar