Sajak : DG Kumarsana
Di negeri ini pula orang orang belajar memahami suara angin yang keluar dari bulir-bulir mantra dedaunan serta suara-suara kecipak sayap kecial penggoda
tanah sudah menjadi pelepah asing dari sisa-sisa masa lalu di atas kuburan demi kuburan yang dibangkitkan para ruh
setiap ruh yang linglung mencari tubuhnya ketika hidup pernah merapal ilmu bejat untuk membuat dara limbung tujuh keliling lupa mahkotanya yang dipetik sembarang pejantan sesuka hati melambai-lambai tanpa menawarkan cinta
(cinta tak selalu menjajakan kebahagiaan)-tidak semurni yang kau kira, bukan?
kita belum bisa memutuskan arah mana langkah yang sesungguhnya
negeri ini negeri ringkih kuda bertahta birahi
tanah berwarna legam
hitam berdarah
berbaur dalam berbagai keinginan iseng untuk menaklukan kesunyian sebagai sebuah persinggahan menghibur kenikmatan sesaat, mengubur segala kelu
di atas kuburmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar