Selasa, 07 Februari 2012

PEREMPUAN BERGINCU MALAM (1)


Sajak : DG.Kumarsana
 
Sepanjang jalan-jalan melintas
masa lalu pernah singgah sebelum sawah-sawah ini berubah
jadi rumah persinggahan rindu
lintasan oplet dan kuda berpedati berseliweran
menuju rumahmu
dimana hari hariku terjaga menjaga pintu yang senantiasa terkuak
perempuan desa menawarkan keramahan dengan gincu tebalnya

Wahai perempuan desaku, rambut terurai memanjang memajang mainan angin
menata bulan tersingkap di wajah
menerpa rindu tak tumbuh tumbuh di batas usia
            dan selalu kau pelajari jalannya bintang
di langit
            melayari setiap penantian yang berlabuh di mata
entah pada arah mana  sembunyinya hati
dan  bentangkan denyarnya pada setiap percumbuan angin
cinta ini
terisak berhari-hari
di bilangan waktu
                        mimpimu

Lintasan jalur  sepanjang gerung yang panas
wajahmu merona disiram cahaya dari balik rambut
kemerah-merahan menyimpan gincu di hati                                                                          

betapa sangsi kerinduan ini
                        tak selalu bertepi
                        pada sebuah penantian




Tawun, jan’09
                                                                   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar