Kamis, 09 Februari 2012

CATATAN TERAKHIR


Sajak DG Kumarsana

 
cahaya yang menggerakkan kediamanku
meluka di kabut hati kabur meraba arah bayangnya mata
hati
duhai siapa pemilik mata indah  penuh duri meracuni segala catatanku
hilang
menabur benih menagih anak-anak yang berlompatan dari rahim rahim
kelam
menunggui menetas bayang bayang yang berkejaran dari masa ke masa bersama
masa depan
mata hati yang gugur
bersama bintang
ranting ranting hati yang retak serakahi
semua punah

Sepasang anak anak lewat dari rahim yang sama
punya siapa
tiada yang berduka mengusung sarang luka
ketika matahari telah hadir memberikan cahaya bagi masa depan
mengeringkan segala bumi yang dihuni segala tangis
dan airmata yang lahir dari sepasang mata indah
pada arah pendakian, pada seperempat jalan, dingin ini kian berbagi di sumsum mana arah yang kutuju?
Menggigilkah? Atau berbagi dalam satu selimut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar