Sajak : DG.Kumarsana
Tuan guru , anda seorang gubernur masa depan
ini oleh angka pasti bukan perkalian mujizat
karena air zam-zam atau tirta hulu gangga India
kami tidak harus berbaris dengan lembu dan onta
tanah suci tetap jadi pijakan langit
pinjam kotbah dan dharma wacana
gagu sengak anacaraka
Tuan guru, kami tak menampik sembako kendati hidup susah-susah mudah
kami tidak menolak pengobatan gratis, kendati tumor jadi perkawinan silang
antara surat miskin yang disulap pengembala angin
jadi komoditi bak komedi Robinhood atau kisah heroik Zorro
selaku pengembara keadilan
Pinjamkan kami satu kata
agar moral bukan sebuah kebiri
dalam aji mumpung berkepanjangan
walau kebanyakan tidak percaya adanya sorga dalam kursi birokrat
pada jalan semesta berkepanjangan pada lintas planet raya
membenam di kawah muktazilah
: Al Farabi berlari di padang duka
wahai, kembalikan satu goresan filsafat
sebuah jabat erat harmonisasi sekular-universal
egaliter yang fana melambai lambai
Pinjamkan kami satu bahasa
musim berbagi dan lepas semua baju
dan mari berbagi dalam satu warna
paceklik wibawa lahir-punah pada tanah tanah pertiwi
tidak gagu melafalkan angka-angka kemiskinan
menjadikan gurun pasir panjang bak mata air kehidupan
bukan dalam kiasan katakata
tak berbingkai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar