Sajak DG Kumarsana
Pikiranmu jauh merantau hingga di kegelapan malam
dasar paling dalam yang pernah menghantui
tempat dimana mimpimu akan terbentuk
serupa burung malam yang kesepian
tak henti bernyanyi nyanyi tentang malam yang panjang
berbeda dalam peradaban kehidupan di siang hari
engkau lebih memilih malam yang lalu dalam jiwa
kepada siapa langit gelap menghantui bayang bayang
hingga arah angin terakhir terdengar bagai desis lirihnya
waktu
pikirmu tak ada jalan selain terbang membangunkan bintang bintang
yang tak pernah bersayap
atau pinjam sayap bidadari timur yang tak bergeming melayang
terbang dalam kegelapan membagi-bagikan senyumnya
dan seekor burung malam bersembunyi di kegelapan
cahaya
mematuk matuk dahan
menimpali mimpi
terlihat jelas tanpa cahaya malam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar