Sajak : DG Kumarsana
Di awal PSB sekolah sekolah berubah menjadi pasar
menjual kain, baju, celana, topi dan segala jenis asesoris
para guru tidak hanya pintar mengajar, tapi juga berceloteh tentang mutu kain berkualitas
para guru tidak hanya pintar mengajar, tapi sudah berkalkulasi dagang dalam proteksi jiwa
pintar menganalisa angka-angka dalam prosentase pembelian dalam melipatkan keuntungan
mahir menulis kuitansi asuransi jiwa bakal anak didik
orang tua siswapun berebutan merogoh dompet.
segala jenis kocek atas nama pendidikan adalah : mutu paling wahid
berapapun biayanya yang penting anak-anak pintar
kalau tidak punya uang jangan sekolah
kendati berutang jangan malu jadi pintar
sekolah telah menjadi distributor kain lengkap.
Selain untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar