Sajak : DG. Kumarsana
Demikian letihnya perjalanan, kapan jam berhenti berdetak?
lupa kuhitung-hitung berapa matahari mengurung cahayanya
keinginan yang bersandar meminjam angka
angka jam dinding menyimak kesantaian
sejarah yang kupetakan dalam hari
seribu tanya yang tersimpan
cinta ini milik siapa
kalau hanya kangen persuaan bathin
sekilas menakar nakar asmara
lewat kebimbangan yang sangat dungu!
dan iseng kucuri mimpimu, masukkan aku dalam mimpimu hingga kuputar waktu
biarkan selimut ini jadi pelepas dahaga untuk meniup harum malammu
aku letihkan perjalanan, kalau seribu waktu memacu jantungku
letihnya arah kecemasan pada jiwa yang lenggang tak mati-mati
luruhkan arti yang berlari menembus tanyaku, menembus cuaca luruhnya jam berdetak pada angka yang pasti, tak sampai-sampai matamu disini
tak pernah sampai
menghirup napasmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar