Rabu, 08 Februari 2012

CELANA DALAM MENYALA


Jaman ini memang aneh aneh. Made Momot membaca di sebuah internet sambil sesekali menggaruk garuk kepalanya yang botak sebelah. Sungguh miris hatinya membaca berita itu. Miris dengan mimik setengah lucu terlihat. Betapa tidak, sebuah Bra dengan keunikan bisa menyala di kegelapan. Bukan hanya itu saja, celana dalampun sama uniknya. Sepertinya memang diproduksi untuk saling berpasangan. Jadi membeli celana dalam plus Branya.
            “Peh, ade ade dogen,” selorohnya dalam bahasa daerah yang artinya, ah, ada-ada saja. Memang berita ini baginya demikian unnik untuk ukurannya yang tinggal di perkampungan nun jauh di sono di ujung gunung, bagian lereng utara yang terkadang hanya satu dua kendaraan mampu menjamah geliat kehidupan desanya. Yang hanya memiliki hari hari tertentu dalam memasarkan aktifitasnya. Desa yang dalam seminggu hanya memiliki hari hari transaksi. Pasarnya di desa hanya berlangsung setiap hari selasa dan kamis. Selebihnya senyap. Tak ada kegiatan. Kadang sekali waktu ada hiburan topeng dan baginya, bagi Momot, topenmg itu tak ubahnya joget yang menari, maka ia akan menganggap dirinya seorang yang haus akan seni hiburan di dalam tubuh seninya yang mengalir, maka ngibinglah ia. Turut ambil bagian dalam tarian topeng yang nantinya membuat teman teman satu kampung ngakak melihat tingkahnya yang konyol. Begitulah Momot ketika mendadak mampir ke warnet agar tidak dikatakan gaptek, gagap tehno atau gatek, gagal tehno atau pula mungkin agar tidak dikatakan gaek, yang menurut pengertiannya gaek itu tak lebih gagu dalam berwara wiri di dunia maya.
            Celana dalam menyala?
            Made momot ngakak berulang ulang hingga beberapa orang orang yang tengah sibuk dengan aktifitas di warnet itu pada menoleh semua. Made momot tak peduli, kian menggebrak meja sembari terkekeh-kekeh. Gimana sih yang ada dalam pikirannya yang konyol membaca sebuah keunikan dalam tehnologi yang dianggap canggih di pemikirannya yang llugu itu?
            “Hushh, pelankan suaranya sedikit pak,” seseorang menegur.
            “Nih, coba lihat! Ayo, lihat, Coba tuh lihat,…” Made Momot bukannya mendengar atau kapok dengan teguran orang itu, malah sebaliknya berdiri dan menarik lengan orang itu dan menunjukkan sesuatu ke arah layar yang masih on.
            “Iya, iya, coba suaranya bikin tenang pak. Jangan gaduh gitu, kayak kesetanan,..”  
            “Tuh, harganya pake dolar, hebat ndak? Nilai tukar rupiah tidak berlaku untuk jenis celana dalam begini..” made momot tidak mendengar teguran itu, berulang ulang mengusap keringat sembari berceloteh. Tangannya menunjuk-nunjuk layar. Info tentang celana dalam itu sesungguhnya bagi Momot sudah sangat heboh, namun yang paling heboh justru gerak geriknya yang mengundang decak orang orang yang tengah datang menikmati kesibukannya masing masing pada ikut berdiri berkumpul memandang layar yang ditunjuk made Momot.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar