Selasa, 03 Januari 2012

Senggeger jaran guyang


Sebuah novel
DG Kumarsana


 
Bila airmu mengandung gula-gula pemikat sukma, maka akan jatuh luntur
doaku
            Karena airmu zat penawar pendakian surgawi
                        “Jaran guyang…jarang guyang,” kau serukan kudakudaku
                        aku jadi bumi
                        menghuni
            karena tak punya rasa
            anganku pergi entah kemana
Bila airmu mengandung benih menggarami laut tubuhku berpeluh, maka aku jatuh runtuh
melupakan dosa
            karena airmu jadikan aku kuda liar
            yang lupa tanah berpijak
                                                dan belajarlah kita pada negeri barbar tiada tuntunan nurani,memainkan irama jazz, blues, rock and roll dan berdansa pada setiap kerling kerlip lampu diskotik café café temaram menawarkan luka-luka baru
            Karena airmu sarang karma membuatku bertekuk lutut
            yang lupa membakar dupa-dupa menyesakkan bisikan lafalku oleh aroma minyak kecial menikmati malam jadi seekor kuda meringkih berpelana sutera berlari kencang

Bila airmu mengandung bayi bayi mengkristal tangisan panjang bertahun tahun hitungan hari, maka airmata bukan makna kesedihan lagi
            Karena airmu airmata bercinta yang datang pergi sesuka hati

(dari sajak kecial kuning 4)





            Ruangan ashram Ratu Bagus sangat luas. Setelah semua pasien yang ada disana ditutuh dengan ramuan yang mengandung tembakau dan entah ramuan apalagi semuanya harus melakukan gerakan dengan menggetarkan seluruh tubuh untuk mengurangi pengaruh tutuh yang bereaksi dalam tubuh. Sebagian ada yang muntah-muntah. Itu tandanya segala racun yang ada dalam tubuh berebutan keluar. Racun yang keluar dari hasil tutuh lewat hidung itu merupakan penyakit yang mengendap di dalam
     
bisa juga merupakan penyakit ‘kiriman’. Rina ikut histeris dengan menggerakkan seluruh anggota tubuhnya. Kepala digoyang-goyang keras sembari mengibas-ngibaskan kedua tangannya ke arah bawah. Sesekali mengangkat tangan dan mendongak. Teriakan-teriakan histeris kian memanjang. Ruangan yang dipenuhi suara-suara hiruk pikuk. Ada yang terguling-guling di lantai, Ada yang berputar-putar. Dengan demikian akan cepat berkurang pengaruh tutuh yang mengandung ramuan menyengat itu jika dilakukan dengan berbagai gerakan. Itu upaya membangkitkan bio-energi dari dalam tubuh.
            Rata-rata penghuni yang berada disana semua pada tahap perbaikan kondisi kesehatan jasmani maupun rohani. Rina berada disana karena ada suatu bisikan yang mengharuskan dia berobat. Dia tidak percaya siapa-siapa lagi di dunia ini. Merasa aneh pada dirinya. Tidak percaya suami sama sekali. Dan tujuannya berada di ashram Ratu Bagus adalah ingin mencari jawab dari semua peristiwa yang menimpa rumah tangganya.
            Ratus Bagus memuja Sesuhunan Ida Betara Lingsir yang beristana di pura  Gelap Besakih Bali. Itu yang dia tahu dari sisia yang telah lama tinggal disana. Kalau para siswa di ashram itu belum dapat kontak yang ditunjukkan dengan gejala-gejala ”trance” dengan beliau. Masih bisa menyebut dengan memanggil ” Ratus Bagus.....Ratu Bagus......Ida Betara Lingsir...” dan seterusnya. Diucapkan dengan loncat-loncat tangan tercakup sebatas dada. Terkadang juga sambil mengibas-ngibaskan kedua tangan lepas ke segala arah, bisa ke arah atas, ke samping bahkan bisa dengan menghentak-hentakan ke bawah. Sesuka hati tidak ada yang bisa mengatur. Apalagi kalau tenaga bio-energi sudah hidup dalam tubuh. Demikian kuat nantinya bersenyawa manakala bersentuhan dengan segala jenis penyakit. Yang mengerikan ketika ada unsur kekuatan gaib memasuki alam pikiran manusia hingga menyelusup ke tulang sumsum dan menyentuh sel-sel terkecil tubuh. Sel-sel terkecil  dalam tubuh dan batang pikiran Rina justru telah tersentuh oleh senggeger yang sebelumnya sangat tidak dia percayai. Salah satu upaya melalui tutuh untuk membangkitkan bio-energi inilah yang membuat kesadarannya perlahan-lahan pulih.
        
            ”Tuhan maha bijak. Tuhan maha pengasih. Tuhan adalah dokter jiwa yang membedah pikiranku dari segala pengaruh setan berupa senggeger yang selama ini mendekam dalam otak dan menjalar pada setiap sel demi sel tubuhku. Terimakasih Tuhan. Engkau telah kembalikan hidupku yang pernah hilang, dari segala doa-doa yang seharusnya kupanjatkan buatMu, ya Tuhan. Terimakasih atas berkah ini. Pengaruh senggeger ini sempat membuat aku lupa akan doa yang pernah engkau ajarkan. Jangan beri maaf manusia pecundang yang laknat itu, yang telah membuat hidupku hancur(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar