Minggu, 01 Januari 2012

MAUMU,TUHAN


Masihkah Tuhan punya mau?
apa maunya? Kalau boleh kutahu
Tuhan mampu kuasai setiap jengkal tanah demi tanah
pada setiap ruang yang pasti
pada napasku, tak memberi tanda, kalau kita tengadah
dalam ketakutan sesal diri akan permulaan khianat
tapi Tuhan lebih tahu itu

                         Siapa yang harus memihakku, Tuhan
                         mengetahui sumpah serapahku, diam-diam hati yang kesal
                         yang selalu sama datangnya pada setiap nasib yang Engkau gulirkan
                         tapi aku ingin menjadi yang berbeda
                         jangan lupa itu
(dari antologi kidung atheis, penerbit pustaka ekspresi 2012)

Doaku sepertinya tak akan sampai, tak pernah sampai
ataupun terdengar tiga kali waktu ku bersikap berujar dalam doa
tak bermakna, barangkali seperti itu bisikku atau yang pernah terdengar
namun Engkau punya lidah yang tak terlihat di mataku
justru lidahku tanpa tulang tanpa otak tanpa pengertian dalam
memaki kesungguhanku
akan keberadaanMU
seperti menafsir doa, sisa-sisa kalimat beku
kentara tak kumaknai sama sekali
beku

Kuyakin, bukan itu mauMU, Tuhan!!
yang merampas apa punya mauku
                                                              
       


Tidak ada komentar:

Posting Komentar