Selasa, 17 Januari 2012

MATA TUA YANG TAK PERNAH TUA KURASA


 :  Desak Putu Kompyang Sandat (alm)
Setiap malam
perempuan tua itu duduk mengunyah pinang
terpahat dari dedaunan waktu
mengukir tubuhnya renta, menapak segala retak
bertabur di setiap tubuh lusuh
tawamu hanyalah misteri yang tersimpan
di balik mata kuyu
matahari mengambang rendah
berganti bulan berganti waktu hingga cahaya temaram
membelakangi tubuhnya : -sebentuk bayang perak keemasan melintas di ubun ubun
telah melewati sejuta kenangan
entah berapa cerita lalu di benakmu

Setiap malam, selepas menangkal senjakala
lepaslah berbagi kunyahan memerah menggurat
bibirmu
bersenandung pupuh sinom mengingat ingat irama gamelan
yang pernah membuat gemulai tarianmu
bersama bulan
ketika habis ranum membakar
cahayanya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar